Indika Energy (INDY) Serap Capex Rp2,32 Triliun pada 2025 Kembangkan Awak Mas

Admin Ugems
一分钟阅读 - Wed Apr 01 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — PT indika energy Tbk. (INDY) menyampaikan telah menyerap belanja modal sebesar US$139 juta atau setara dengan Rp2,32 triliun (kurs Jisdor BI Rp16.720 per dolar AS 31 Desember 2025). Serapan capex ini terutama digunakan untuk pengembangan tambang emas Awak Mas.
Direktur Utama indika energy Azis Armand menuturkan sejalan dengan strategi diversifikasi perseroan, sebesar 95,4% atau US$132,6 juta dari total capex INDY dialokasikan untuk sektor non-batu bara pada 2025. Capex tersebut terutama untuk pengembangan proyek pertambangan Awak Mas dan ekspansi bisnis hijau.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi indika energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan,” ujar Azis, Rabu (1/4/2026).

Lebih rinci, INDY mencatatkan realisasi belanja modal selama tahun 2025 adalah US$139,0 juta, dengan US$132,6 juta atau 95,4% digunakan untuk bisnis non-batubara. Capex terutama digunakan untuk sektor mineral, khususnya untuk proyek Awak Mas yaitu sebesar US$100,1 juta, sektor tenaga surya melalui EMITS sebesar US$7,1 juta, dan Interport sebesar US$4,7 juta.
Sedangkan untuk bisnis batu bara, capex terutama digunakan untuk pemeliharaan di kideco sebesar US$6,5 juta.
Azis juga menuturkan di tengah dinamika pasar batubara tahun 2025, INDY tetap fokus pada efisiensi operasional dan mempercepat transformasi portofolio ke bisnis yang lebih berkelanjutan.
“Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” tutur Azis Armand.
Secara operasional, volume penjualan kideco di tahun 2025 mengalami penurunan 0,9% menjadi 30,8 juta ton, dengan 12,8 juta ton diantaranya atau sebanyak 41,5% dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri atau melebihi ketentuan 25% Domestic Market Obligation (DMO). Oleh karenanya, pendapatan kideco turun 12,8% menjadi US$1,61 miliar dibandingkan US$1,84 miliar pada tahun 2024.

Adapun sepanjang 2025, INDY mencatatkan pendapatan sebesar US$2,03 miliar atau setara Rp33,90 triliun (kurs Rp16.700 per dolar AS) pada 2025, turun 16,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan US$2,44 miliar atau Rp40,75 triliun pada 2024.
Manajemen menjelaskan penurunan pendapatan INDY terutama disebabkan oleh menurunnya harga jual FOB batu bara rata-rata kideco di tahun 2025 menjadi sebesar US$49,9 per ton, dibandingkan US$53,9 per ton pada tahun sebelumnya.
Laba bersih periode berjalan indika energy juga turun 15,3% menjadi US$26,95 juta atau Rp450 miliar pada 2025, dibandingkan dengan US$31,81 juta atau Rp531 miliar pada 2024.
Penurunan lebih tajam terjadi pada laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang anjlok 40,3% menjadi US$6,02 juta atau Rp100,5 miliar, dari US$10,08 juta atau Rp168,3 miliar pada tahun sebelumnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

页面评论