Rapor Hijau Saham Baru LQ45, IDX30, IDX80

Admin Ugems
Een minuut lezen - Tue Jul 28 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham penghuni baru Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026 di tengah pelemahan indeks Harga saham gabungan (IHSG).
Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak susunan konstituen sejumlah indeks saham utama, yakni LQ45, IDX30, dan IDX80, dalam evaluasi mayor yang akan berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Pada indeks LQ45, BEI memasukkan dua saham baru, yakni PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
Keduanya menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang dikeluarkan dari indeks berisi 45 saham paling likuid tersebut.

Sementara itu, perubahan pada IDX30 hanya melibatkan satu pergantian konstituen. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) resmi masuk ke dalam indeks menggantikan PT Bukit Asam Tbk. (ptba).
Adapun pada IDX80, BEI menambahkan tiga emiten baru, yakni PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
Ketiganya menggantikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) yang keluar dari indeks.
Melihat rapornya, saham INDY sebagai anggota baru Indeks LQ45 menguat 17,41% year-to-date (YtD) ke level Rp2.630.
Sementara itu, saham DEWA sebagai penghuni anyar IDX30 masih terkoreksi 34,03% secara YtD. Namun, saham DEWA sudah melesat 43,51% dalam sebulan terakhir.
Untuk anggota baru IDX80, ketiga saham BFIN naik 11,43%, LSIP 14,23%, sedangkan NCKL turun 23,33%.
Selain melakukan perubahan konstituen, BEI juga menyesuaikan jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks serta bobot masing-masing emiten sesuai hasil evaluasi berkala.
Evaluasi mayor terhadap indeks dilakukan secara rutin untuk memastikan konstituen tetap merepresentasikan saham-saham dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta memenuhi ketentuan free float yang berlaku.
Komposisi baru tersebut akan menjadi acuan bagi pelaku pasar, termasuk manajer investasi yang mengelola produk reksa dana indeks maupun exchange traded fund (ETF).
Secara kinerja, ketiga indeks tersebut masih mencatatkan pelemahan sejak awal tahun.
Hingga penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.185,783 atau turun 28,46% secara year to date (YtD).
Sementara itu, LQ45 terkoreksi 27,64% ke level 612,558, IDX30 melemah 21,12% ke posisi 344,884, sedangkan IDX80 menjadi indeks dengan pelemahan terdalam, yakni 30,53% YtD ke level 92,085.
Rapor Kinerja Saham Masuk-Keluar Indeks Utama BEI
LQ45

Masuk: INDY Rp2.630 (Ytd naik 17,41%)
Keluar: SMGR Rp1.455 (YtD turun 44,89%)

IDX30

Masuk: DEWA Rp442 (YtD turun 34,03%)
Keluar: ptba Rp2.360 (YtD naik 2,16%)

IDX80

Masuk: BFIN Rp780 (YtD naik 11,43%), LSIP Rp1.365 (YtD14,23%), NCKL Rp840 (YtD turun 25,33%)
Keluar: INTP Rp4.560 (YtD turun 39%), PANI (YtD turun 52,18%), SIDO Rp370 (YtD turun 31,48%)

***
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Paginareacties